Admin on July 18th, 2009

“Aku cinta kamu” adalah kalimat yang paling populer di semua bahasa….

English – I love you
Afrikaans – Ek het jou lief
Albanian – Te dua
Arabic – Ana behibak (to male)
Arabic – Ana behibek (to female)
Armenian – Yes kez sirumen
Bambara – M’bi fe
Bangla – Aamee tuma ke bhalo aashi
Belarusian – Ya tabe kahayu
Bisaya – Nahigugma ako kanimo
Bulgarian – Obicham te
Cambodian – Soro lahn nhee ah
Cantonese Chinese – Ngo oiy ney a
Catalan – T’estimo
Cheyenne – Ne mohotatse
Chichewa – Ndimakukonda
Corsican – Ti tengu caru (to male)
Creol – Mi aime jou
Croatian – Volim te
Czech – Miluji te

Danish – Jeg Elsker Dig
Dutch – Ik hou van jou
Elvish (from The Lord of The Rings, by J.R.R. Tolkien)- “Amin mela lle” (thanks Becca!)
Esperanto – Mi amas vin
Estonian – Ma armastan sind
Ethiopian – Afgreki’
Faroese – Eg elski teg
Farsi – Doset daram
Filipino – Mahal kita
Finnish – Mina rakastan sinua
French – Je t’aime, Je t’adore
Frisian – Ik hâld fan dy
Gaelic – Ta gra agam ort
Georgian – Mikvarhar
German – Ich liebe dich
Greek – S’agapo
Gujarati – Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon – Palangga ko ikaw
Hawaiian – Aloha Au Ia`oe (Thanks Craig)
Hebrew – Ani ohev otah (to female)
Hebrew – Ani ohev et otha (to male)
Hiligaynon – Guina higugma ko ikaw
Hindi – Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong – Kuv hlub koj
Hopi – Nu’ umi unangwa’ta
Hungarian – Szeretlek
Icelandic – Eg elska tig
Ilonggo – Palangga ko ikaw
Indonesian – Saya cinta padamu
Inuit – Negligevapse
Irish – Taim i’ ngra leat
Italian – Ti amo
Japanese – Aishiteru
Jowo Alus – Kulo tresno salira
Jowo Kasar – Aku tresno kowe
Kannada – Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan – Kaluguran daka
Kiswahili – Nakupenda
Konkani – Tu magel moga cho
Korean – Sarang Heyo
Latin – Te amo
Latvian – Es tevi miilu
Lebanese – Bahibak
Lithuanian – Tave myliu
Luxembourgeois – Ech hun dech gäer (Thanks Nadine! x2)
Malay – Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam – Njan Ninne Premikunnu
Mandarin Chinese – Wo ai ni
Marathi – Me tula prem karto
Mohawk – Kanbhik
Moroccan – Ana moajaba bik
Nahuatl – Ni mits neki
Navaho – Ayor anosh’ni
Norwegian – Jeg Elsker Deg
Pandacan – Syota na kita!!
Pangasinan – Inaru Taka
Papiamento – Mi ta stimabo
Persian – Doo-set daaram
Pig Latin – Iay ovlay ouyay
Polish – Kocham Ciebie
Portuguese – Eu te amo
Romanian – Te iubesc
Russian – Ya tebya liubliu
Scot Gaelic – Tha gradh agam ort
Serbian – Volim te
Setswana – Ke a go rata
Sign Language – ,\,,/ (represents position of fingers when signing’I Love You’)
Sindhi – Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux – Techihhila
Slovak – Lu`bim ta
Slovenian – Ljubim te
Spanish – Te quiero / Te amo
Swahili – Ninapenda wewe
Swedish – Jag alskar dig
Swiss-German – Ich lieb Di
Surinam – Mi lobi joe
Tagalog – Mahal kita
Taiwanese – Wa ga ei li
Tahitian – Ua Here Vau Ia Oe
Tamil – Nan unnai kathalikaraen
Telugu – Nenu ninnu premistunnanu
Thai – Chan rak khun (to male)
Thai – Phom rak khun (to female)
Turkish – Seni Seviyorum
Ukrainian – Ya tebe kahayu
Urdu – mai aap say pyaar karta hoo
Vietnamese – Anh ye^u em (to female)
Vietnamese – Em ye^u anh (to male)
Welsh – ‘Rwy’n dy garu di
Yiddish – Ikh hob dikh
Yoruba – Mo ni fe

Admin on December 21st, 2008

Mahasiswa identik dengan pemuda, maka sifat yang harus dimiliki adalah kritis.
Seringkali saya kagum terhadap ide-ide dan pemikiran kreatif mahasiswa saya. Namun ada kalanya, ada proses realisasi dan finishing yang tidak mampu dijalani. Hingga akhirnya ide tersebut berhenti pada suatu titik. Titik dimana mahasiswa seringkali menjadikannya sebuah leadtime panjang tanpa kontrol untuk bangkit, berjalan maupun berlari lagi. Kurangnya motivasi, semangat juang dan rasa optimis menjadi latar belakang kondisi tadi. Parahnya…apabila akhirnya mereka melupakan “rasa muda” tadi dan beralih menjadi generasi instan.

Akhirnya saya hanya dapat berpikir : “Kalau seorang sudah merasa nyaman dengan suatu kemudahan tanpa usaha atau kemapanan maka ia tidak lagi muda, tidak mampu belajar dan sulit berinovasi.”
Pernahkan saudara berada di posisi tadi? :)

Admin on December 21st, 2008

Banyak animo ataupun statement yang beredar di kalangan mahasiswa sekarang ini.
“Sekarang jamannya kudu bisa praktek,jangan cuma teori doank!”
“Teori sekarang ini terlalu bertele-tele, minim praktek!”
Saat mendengar frase-frase seperti itu, saya merasa sedikit bergidik. Menurut pendapat saya antara teori dan praktek bagai sekeping mata uang logam, tidak dapat berjalan sendiri.

Teori tanpa praktek bagai orang lumpuh. Praktek tanpa tahu teori bagai orang buta.
Bagaimana menurut pendapat saudara? ;)

Admin on November 23rd, 2008

Penyebab timbulnya biaya (cost driver) adalah aktivitas yang mengkonsumsi biaya. Jadi pada lingkungan manufaktur modern efisiensi biaya dapat dicapai dengan cara mengendalikan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan biaya-biaya tersebut yaitu melalui Activity-Based Management (ABM).

Definisi dari Activity-Based Management (ABM) adalah :
Suatu disiplin yang memfokuskan pada manajemen kegiatan agar dapat dilakukan perbaikan yang berkesinambungan, baik pada nilai yang diterima oleh pelanggan maupun laba yang diperoleh dengan memberikan nilai.
ABM terdiri atas analisis pemacu biaya, analisis kegiatan, dan analisis kinerja, serta menggunakan ABC sebagai sumber utama data dan informasi.

ABC memberikan informasi untuk memanajemeni kegiatan dengan menggunakan data ABC dan alat lain agar dapat dilakukan perbaikan yang berkesinambungan. ABM dinyatakan sebagai suatu metode yang tidak hanya untuk memberikan laporan biaya tetapi juga untuk memanajemeninya. Tetapi jangan menyamakan memanajemeni dengan mengendalikan. Data ABC atau ABM digunakan lebih banyak untuk pembuatan rumus-rumus yang sifatnya ramalan daripada untuk pengendalian. Sekarang penggunaan data biaya untuk pengendalian mengalami kemunduran karena adanya umpan balik yang lebih cepat yang diperoleh dari manajemen mutu terpadu (total quality management), seperti praktek-praktek pengendalian proses secara statistik, atau dari waktu riil, sistem informasi terpadu (integrated information system).

Estimasi dalam ABC / ABM memberikan tempat untuk uji kredibilitas karena materialitas dan relevansi biaya dipertimbangkan di dalam tahap desain. Lebih lanjut, hukum Pareto yang menyatakan bahwa “yang sedikit mewakili yang banyak” biasa dipakai untuk memahami sifat-sifat biaya.

Tags: ,

Admin on November 23rd, 2008

Activity-Based Costing (ABC) dikembangkan dengan pemikiran bahwa biaya timbul karena activitas yang digunakan untuk membuat produk. Mekanisme ABC sederhana, tetapi dapat mengatasi segala kerumitan, variasi, dan diversifikasi dunia usaha yang meningkat secara dramatis. Dua asumsi dasar yang mendasari sistem Activity-Based Costing adalah :
1. Aktivitas menyebabkan timbulnya biaya. ABC mengasumsikan bahwa sumber daya pendukung atau sumber daya tidak langsung menyediakan kemampuan untuk melaksanakan aktivitas, bukan hanya menyebabkan timbulnya biaya yang harus dialokasikan.
2. Produk / pelayanan jasa dan konsumen menciptakan permintaan akan aktivitas.

Dua langkah Sistem Activity-Based Costing
Pertama, menentukan cost pool yaitu mengidentifikasi pusat aktivitas / activity center (proses yang homogen). Misalnya: masing-masing proses pada departemen produksi
Kedua, menentukan pemicu biaya (cost driver): yaitu yang sedapat mungkin variabel tehadap cost pool.
Contoh pemicu adalah :
- Jumlah pesanan biaya yang dijadwalkan (number of work orders scheduled)
- Jumlah inspeksi
- Kilowatt tenaga yang digunakan (kilowatts of power used)

Tags: ,